Pertama-tama saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009, kiranya tahun ini akan menjadi berkat yang khusus bagi Anda semua. Kita patut bersyukur kepada Tuhan yang sudah memimpin kita semua melewati tahun 2008, yang dipenuhi dengan peristiwa-peristiwa bersejarah dalam dunia, seperti Olympiade di Beijing, yang melibatkan dan menghadirkan para atelit dan pengunjung dari seluruh pelosok dunia untuk event ini pada musim panas lalu, padahal beberapa bulan sebelumnya terjadi gempa yang besar di China, yang mengakibatkan korban jiwa yang banyak. Bagi negara Amerika Serikat, Pemilu 2008 merupakan suatu sorotan yang diperhatikan bukan saja oleh rakyat dan bangsa ini, tapi juga bagi dunia secara umum, karena Pemilu ini merupakan sejarah yang penting bagi negara AS, dimana pertama kalinya seorang Presiden berkulit hitam terpilih sebagai Presiden. Begitu pula dengan situasi ekonomi di Amerika Serikat yang sangat mempengaruhi negara-negara lain, dimana Wall Street New York sebagai pusat bursa yang mengalami kejatuhan nilai bursa yang tajam karena masalah mortgage dan faktor-faktor lainnya, yang mengakibatkan banyaknya perusahaan yang gulung tikar dan orang-orang kehilangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran meningkat. Ditambah lagi dengan peperangan melawan teroris untuk menjaga keamanan di dalam negeri dan perdamaian di luar negeri. Belum lagi dengan permasalahan domestik yang terjadi di Texas pada bulan April, mengenai ajaran sesat yang mempraktekkan poligami yang mengakibatkan pemerintah harus menyita anak-anak hasil poligami ini, dan banyak lagi kejadian-kejadian lainnya yang menjadi sejarah bagi bangsa ini dan untuk kita pelajari dan perhatikan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan mencontoh hal-hal yang baik dan positif.
Memasuki tahun 2009, dunia disambut dengan kejadian pemboman di Gaza dan Israel, sehingga menimbulkan reaksi untuk membalas dan mempertajam permusuhan antara Israel dengan Palestina. Bagi Indonesia, tidak lama lagi di bulan April akan diadakan Pemilu yang baru dan bagi Amerika Serikat, diantisipasi akan lebih banyak tingkat pengangguran, karena banyak orang yang akan di PHK. Ini hanya beberapa kejadian di Timur Tengah, Indonesia dan USA, belum lagi di negara-negara lainnya. Tentunya akan ada lagi sederetan peristiwa-peristiwa yang ada di depan kita. Bagaimanakah reaksi Sdr. dan sikap kita menghadapi tahun ini? Khususnya GKI-Seattle yang pada bulan Januari ini merayakan HUT yang ke VIII, apakah kita tetap optimis dan mempunyai keyakinan yang kokoh di dalam kehidupan berjemaat di kota Seattle ini? Tentunya ya, karena kita percaya dan memiliki Tuhan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja, yang bukan saja sanggup mengatasi segala persoalan yang ada, tetapi Dia juga adalah Allah yang sanggup mengontrol semua keadaan dan kondisi apapun.
Kutipan dari satu ayat di Alkitab yaitu Roma 8:28 yang mengatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Dengan keyakinan ini, saya percaya bahwa Tuhan mempunyai rencana yang baik juga bagi Anda, yang berstudi, yang bekerja atau yang sedang berusaha untuk menetap maupun yang sedang membangun rumah-tangga dan keluarga. Apapun cita-cita dan rencana Anda, kiranya kita senantiasa melibatkan Tuhan di dalam segala usaha dan perencanaan kita, agar hasilnya bukan saja menjadi berkat dalam hidup kita, tapi juga yang dapat memuliakan namaNya.
Kiranya tahun ini akan membuat kita semua lebih dekat kepada Tuhan (kasih) dan lebih setia dalam mengikuti Dia (iman) serta tekad pelayanan kita tingkatkan lagi bersama untuk membangun KerajaanNya sambil menunggu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya (pengharapan). Dengan diterbitkan newsletter ini, kiranya akan membuat Anda lebih mengenal dan mengasihi jemaat GKI-Seattle. Dan kiranya tulisan-tulisan dan artikel yang ada dapat menjadi berkat bagi Anda semua. Tuhan memberkati.




